Tampilkan postingan dengan label littlenotes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label littlenotes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

belajar pada pagi yang murah hati

bunga rosella dan irisan lemon dari kebun di belakang rumah,
ini hari pertama Utara meminumnya,
dimulai dari memetik lemon-lemon yang baru saja berbuah di belakang rumah,
lalu memasukannya ke dalam tas blacu yang sudah sangat kusam.  
Utara berjalan perlahan menuju bukit tempat dia menabung mimpi-mimpinya,
pagi ini memang tidak perfeksionis, tapi pagi selalu saja murah hati, gumam Utara dalam hatinya.
Oustad, sebuah kota tempat Utara dilahirkan memang sudah tidak seperti dulu lagi.
udaranya sudah semakin panas, karena sekarang  manusia sudah bisa membuat kendaraan
yang bisa mengeluarkan asap ketika dijalankan.
Utara tahu bahwa ini sebuah kemajuan, tapi dia juga tahu kalau rumput tidak begitu gembira, pohon-pohon berkeluh kesah, burung-burung  lebih sering terbatuk dari pada berkicau.
Tapi pagi masih saja murah hati untuk siapa saja yang tidak berkeluh kesah kepadanya,
pagi senantiasa membagi hangatnya matahari, menemani Utara sampai tujuan.
Studio kecil tempat Utara mengerjakan mimpi-mimpinya, lengkap dengan pantry yang ayah buatkan sendiri.
lalu Utara mengeluarkan butiran lemon dari dalam tasnya, mengirisnya perlahan, tipis-tipis sekali.
air satu cerek sudah dia panaskan,
beberapa bunga rosella ia masukan ke dalam cerek disusul beberapa irisan lemon,
masih panas, gumamnya.
diambilnya dua buah gelas di atas rak kayu dengan sedikit berjinjit.
lalu teh bunga rosella dia tuangkan perlahan, dibawanya gelas itu keluar dari pantry
menuju halaman belakang yang luas dengan pemandangan kota Oustad di pagi hari.
Pak Ramin menyapa hangat dari kejauhan, sambil melambaikan tangannya dan tersenyum pada Utara.
"sudah sampai kamu.." katanya sambil merapikan rumput rumput yang baru saja dia gunting.
lalu Pak Ramin duduk disebelah Utara, "kenapa kamu senyum-senyum Utara?"
saya baru saja belajar pada pagi yang murah hati, kata Utara dalam hati,
Dia menghirup lemon rosella yang dibuatnya,
sambil memandang jauh Oustad yang sudah semakin terang.

.:t









Rabu, 30 November 2011

anak tangga

hari ini saya memutuskan
untuk berani menaiki anak tangga berikutnya
pada lingkaran lingkaran waktu
sejak belasan tahun lalu
dan semua hanya rencana
yang tertata atas kuasa tangan tangan yang maha kuasa
tersaji manis di atas meja
pada labirin berundak setiap harinya
dan saat ini
saya berada di bab terakhir
bersanding manis dengan kesimpulan


Rabu, 07 September 2011

kita hanya lupa

dan pembicaraan terakhir kita
tepat di awal bulan ini
ketika kamu bertanya
tentang apa arti malam gelap buat saya
lalu saya menjawab,
bahwa malam adalah teman yang setia
ketika sekelompok jangkrik, kodok dan cecak
mengumandangkan bait baitnya
pada atap rumah tanah merah
dan pagar pagar bambu di sela rerumputan
kamu dengan semua kegelisahanmu
dan semua tentang kebebasanmu
dan saya yang semakin jatuh
pada setiap jejak pada untaian bahasamu
berkarat dan masih saja berharap
lalu saya bilang
kita hanya lupa
kita hanya lupa
kamu hanya lupa
dan saya,
saya sangat ingin lupa...

Kamis, 30 Juni 2011

hujan dan kabut tebal

hujan mengajak saya berjalan pelan,
istirahat sejenak katanya,
ibukota masih akan terbangun sampai pagi, jangan takut ditinggal ibukota, karena kemarin terlalu cepat,
kemarin dan kemarinnya lagipun masih terlalu cepat,
dan hari ini, hari ini kamu berhak berjalan pelan, menapaki aspal basah yang aromanya menusuk hatimu pelan pelan,
dan sesekali berteduh di bawah jembatan menunggu petang menjelang,
dan hujan semakin besar, lalu kembali mengajak saya berjalan pelan,
dari balik jas hujan putih susu ini mata saya menerawang,
memandang jauh pada lampu lampu mobil yang bersimpangan,
pudar pada kuning, hijau, atau merah yang berpendar pendar,
sore ini belum menjadi gelap,
tetapi hujan datang bersama awan dan kabut tebal, kali ini tanpa petir yang menyabar nyambar
ia cuma ingin berhamburan bebas tanpa amarah rupanya,
saya pun demikian, dan tiba tiba bibir ini terasa asin, perlahan rasanya sampai di tenggorokan..

and still..
i can't help my tears to fall

km 68, hujan deras dan kabut tebal dan payung teduh berbisik di telinga :)

Kamis, 09 Juni 2011

Senin, 06 Juni 2011

Jumat, 03 Juni 2011

berkarat

lalu saya berkarat
pada setiap kata di telingamu
berbisik pelan hijau
membiru pelu
tepat ketika ranting
berderak dilindas roda kayu
sedikit gaduh mengaduh
saya dan beribu cerita
tentang rindu rindu
yang berjejak pada setiap hari yang kelabu
pada kerikil dan batu batu
dibawa masuk ke dalam pelukanmu
saya yang sederhana
dengan rindu yang membahana
di bawah bulan yang meranggas pelan
dicuci serpihan hujan
berhambur pelan
pelan sampai dasar

Rabu, 25 Mei 2011

perempuan sore dan saya di dalam layar





































kami berteman
bersaudara
karena tanggal lahir kami sama
hey you my virtual twin sister :)

*pictures taken by me and theo, bandung may 15 2011

Selasa, 24 Mei 2011

sepucuk surat untuk lautan



















saya ingin sekali menulis surat
bukan surat elektronik pada molekul molekul serat optik
tapi surat dengan tinta cina terkuas di atas kertas
lalu saya akan bercerita
tentang laut dan terumbu karang
yang setia menjadi rumah bagi si para ikan
tentang pasir pantai yang tidak pernah kepanasan
walau di bakar matahari, setiap hari dari pagi hingga petang
tentang langit biru menghampar
di atas rumput hijau berhektar hektar di ujung sana
dan saya akan menggulung kertasnya
dengan cara yang sederhana
memasukannya ke dalam satu botol kaca
dan membiarkan riak ombak menyapa
membawa mereka sampai jauh
jauh sampai garis horizon, tempat matahari tertidur
dan tenggelam diam diam

untuk payung teduh, karena kalian begitu teduh :)

*picture taken by me, pantai geger, bali, may 7 2011

Senin, 23 Mei 2011

saya dan monster lumba lumba

76 hari yang lalu, kamu si monster lumba-lumba bermata abu-abu datang, kacamatamu tebal minus 12 bentuknya persegi panjang. menyenangkan. kausmu warna putih hampir kuning, celana jeansmu robek robek, sepatu kanvas biru navy dan tas belel warna biru dengan aksen oranye buatan lokal menggantung ke samping kanan, itu kalau saya tidak salah. "hi kamu" katamu, lalu saya "iiiiiiiiiii, takuuuut!!" hihi.
lalu kita berbicara di bawah pohon rindang yang sedang menggugurkan daunnya, berbicara tentang apa saja, kelapa muda, bengkuang, asinan bogor, kecap, sendal jepit sampai kaki gajah yang sedang bengkak karena beri beri, kamu pintar saya suka berlama lama mengobrol panjang lebar. sampai suatu hari, kamu harus pulang, ke lautan. ada pawai lumba-lumba dari rusia, kamu diundang, karena ini merupakan konferensi terbesar lumba-lumba sejagat raya. lalu kamu pergi, sepatu kanvas mu kamu tinggalkan, diganti sepatu katak agar berenangmu lebih lancar. kamu pergi, dan saya kembali sendiri.

Kamis, 05 Mei 2011

pergi bekerja ke pulau tanpa nama

besok saya mau bekerja sambil tamasya, ke pulau tanpa nama karena saya sudah lama sekali tidak kesana, saya lupa nama pulaunya.
katanya di sana banyak pantai, saya mau nengokin octopus aaaah, rindu sekali saya sama dia. udah lama ngga ketemu, sejak dia pindah ke samudra dia udah jarang banget nemuin saya. ya iyalah saya tinggalnya di gunung kelud.
besok saya pergi ke sana naik macan udara, si macan warna merah selalu bilang gini, "saya bisa membuat orang terbang" iiiiiii mau dong di bikin terbang, liat pemandangan sambil sesekali nyemil awan putih rasa gula gula.
saya harap besok hujan ngga ikut ikutan pergi bareng saya, saya ga mau kebasahan soalnya, biar matahari aja yang nemenin saya, soalnya saya udah siap siap bawa kacamata item, dan sama sekali ngga bawa mantel besar buat menghadapi hujan. dari gunung kelud saya harus turun naik gajah besar menuju kota dimana singa tinggal. tapi saya bingung, si gajah ngga bisa dihubungin. udah di telepon berkali kali gajah ngga angkat teleponnya, semoga hari ini gajah mampir kesini, biar saya ngga bingung lagi.
uuuuuu saya pengen cepet besok nih, ada yang mau ikut?

Minggu, 24 April 2011

Kinanti

Kinanti berjalan menuju lembah di belakang rumah
sore hari ini
ketika matahari bersinar tipis tipis
menembus pinus dari puncak bukit
bertelanjang kaki
sendiri
konon lembah bermuara pada pohon pohon rindang
dengan akar yang menjuntai lembab
menyapa siapapun yang sampai di sana
Kinanti bahagia
dan setiap embun di pucuk daun
jatuh bebas
tepat di ubun ubun kepala
pada setiap titian langkahnya
alam menari untuk Kinanti
dan kembali
di saat seperti ini
Kinanti kehilangan gravitasi

*untuk katjie & piering, karena kamu inspiring ;p

Sabtu, 16 April 2011

halo

teman lama
teman baru
teman ragu ragu
teman pasti
teman belum pasti
teman akan datang
teman masa depan
saya ucapkan halo
senang berkenalan

Jumat, 15 April 2011

rumah baru

kamu sampai di sini
di rumah ini
di rumah yang jendelanya selalu terbuka lebar
jangankan untuk semut yang ingin masuk
gajahpun bisa dengan leluasa
kalau dia mau

Selasa, 12 April 2011

padang savana

Dan dia berlarian
Melupakan memar di sekujur tempurung lutunya
Malam ini bulan terlalu bulat untuk dilewatkan
Dan kunang kunang berterbangan seraya mengiyakan
Jauh sudah menembus hutan
Di antara pohon-pohon yang menjalin rantingnya dengan rerumputan
Dan gelap tampak begitu hijau
Dia terus berlari, menembus akal sehatnya
Menanggalkan semua atributnya
Bertelanjang kaki dengan setumpuk ego membabi buta
Jantungnya berdegup lebih kencang
Terengah habis nafas ingin muntah
Dan semua terbayarkan
Dia sudah sampai
Di sini, di tengah-tengah savana penuh bintang

Senin, 11 April 2011

berbeda

maunya tuhan kok kita berbeda beda.
tuhan kok yang menciptakan kita
tidak sama satu sama lain
macem macem agamanya
macem macem bentuk hidungnya
macem macem suaranya
ada yang bisa nyanyi
ada yang bisanya nge rap
maunya tuhan kok itu
lalu kenapa manusia malah bersusah payah
untuk jadi sama..

mesin pembuat musim buatan

seorang teman bercerita pada saya tadi malam, dia bilang ada 3 poin penting yang membuat sebuah negara bisa sangat maju. yang pertama adalah, ketika negara itu punya 4 musim. dengan demikian penduduk yang tinggal di negara 4 musim, hidupnya akan lebih terencana.
"saya ngga bisa nih nongkrong nongkrong gini, karena sebentar lagi akan masuk musim dingin, saya harus segera menyiapkan kebutuhan musim dingin"
mereka akan lebih menghargai waktu, masuk akal.

yang kedua, adalah negara berpenduduk sedikit, karena dengan jumlah penduduk yang sedikit, pemerintah akan lebih mudah untuk mengatur warganya. yang ketiga, pemimpin yang diktator, ketika seorang pemimpin hadir sebagai diktator, maka selesailah semua carut marut di negaranya.
kalau satu negara memiliki ketiganya, atau 2 poin diantara 3, atau 1 poin saja, maka negara itu pasti bisa maju.

lalu kami tertawa, karena indonesia ternyata tidak punya ketiganya. miris, karena indonesia cuma negara konsep. konsepnya bagus, tapi pada prakteknya kebanyakan main-main.
lalu saya punya ide, gimana kalau diciptakan sebuah mesin pembuat musim buatan.
ini solusi yang paling mungkin dilakukan, mengingat soekarno tidak mungkin dihidupkan lagi, dan penduduk yang sangat banyak ini tidak mungkin untuk dihabisi satu-satu untuk mencapai jumlah ideal.

yah. ngga ngerti juga,ini solusi atau bukan, mungkin karena sekarang lagi hujan, lalu otak dan pikiran ini cenderung suka mengkhayal :)

Minggu, 10 April 2011

rencana

masih di tanah yang sama
berteman rutinitas adiktif
yang tak bermateri
tapi tekun telah membuat saya
mencintai rutin ini
mengumpulkan sedikit pundi
dari pagi hingga pagi lagi
ah, semua terlihat tak menjanjikan
tapi rencana besar tuhan
mana mungkin kelihatan.

Rabu, 06 April 2011

magic hour

bukan tidak mungkin kalau matahari datang lagi
dengan format yang berbeda
dengan pakaian bersahaja
dari serpihan cahaya banyak warna
iya, sore ini dia kembali datang
ketika jam menunjuk angka empat lewat tiga belas
lalu tepat di ujung sana,
siluet pepohonan memendar keemasan
magic hour.. atau golden hour orang menyebutnya
sore cerah kalau kata saya
ketika bayangan atap rumah,
berada tepat pada kemiringan yang pas
dan mata kita bersitirahat
hanya untuk terpesona
memandang pucuk ilalang bergoyang-goyang
dan berkali kali saya kehilangan gravitasi.

Selasa, 05 April 2011

bandara



















kali ini saya sampai di bandara
dan baunya masih saja sama
bau orang sibuk
bau orang bermigrasi
bau orang hilir mudik
dari satu tempat ke tempat lainnya
saya dan sepatu abu abu
pada meja kotak berkaki kayu
saya cuma tau
kalau saya sangat suka dengan tempat ini
dan saya cuma ingin berlama lama duduk di sini
saya suka baunya
dan kopi kayu manis ini
melengkapi rasa hari ini

*pict. taken by me, changi march 24 2011