Rabu, 30 Desember 2015

Untuk Gincumerah

Perempuan ini bernama Gincumerah, perempuan terkuat kedua yang Saya kenal dekat setelah Ibu yang melahirkan saya.
Iya, kuat. Perkasa kalau boleh sedikit hiperbola.
Bukan hanya Saya yang percaya kalau dirinya perkasa, kami, teman-teman terdekatnya sering berdecak kagum melihat tindak Gincumerah yang tangguh.
Gincumerah, semoga di hari tersulit ini, kamu bisa sekuat biasanya.

Menangis, bersedihlah.. tidak apa-apa, air mata akan membawa kesedihanmu sampai ke lautan.
Lalu menguap menjadi awan.. terbawa angin, jauh ke ujung sana.
Menangis, bersedihlah.. tidak apa-apa, karena waktu akan datang membantumu, hingga kamu perlahan bisa, bisa karena terbiasa.
Gincumerah, semoga harimu kembali normal seperti sedia kala,  tidak perlu terburu-buru, karena waktu pasti tau kapan saat yang paling tepat untuk kamu memulai semuanya.
Terimakasih untuk mu dan Bebe, karena cinta yang tidak terbatas, karena semangat hidup yang menginspirasi, karena percaya pada keajaiban, semesta dan Tuhannya.
Terimakasih, kalian berdua selalu di hati.


Peluk dari jauh, dari yang selalu ingin minum teh sore bersamamu,
xoxo,
.:t



2 komentar: